1banner citynew 3banner citynew 2banner citynew
  • 1
  • 2
  • 3

Phillip Rupiah Balanced Fund (PRBF)

Reksa Dana Campuran ini cocok bagi investor yang menginginkan imbal hasil  investasi yang opt...

Read more

Phillip Money Market Fund (PMMF)

Reksa Dana Phillip Money Market Fund adalah Reksa Dana jenis Pasar Uang berbentuk Kontrak Investas...

Read more

Phillip Government Bond (PGB)

Phillip Government Bond adalah Reksadana Pendapatan Tetap berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yan...

Read more

Regular Saving Plan (RSP)

Program Regular Saving Plan memudahkan Anda dalam melakukan transaksi pembelian Reksa Dana Phillip...

Read more

Phillip Money Market Fund Syariah Berman…

  Reksa Dana Syariah Phillip Money Market Fund Syariah Bermanfaat berbentuk kontrak inves...

Read more

Research and Market Updates

Penurunan Inflasi = Peluang Investasi??

Kam, 04 Juli 2024

Penurunan Inflasi = Peluang Investasi??

  Apakah Penurunan Inflasi Indonesia akan terus berkelanjutan ? Pada Juni 2024 tingkat inflasi Indonesia tercatat  melambat sebesar 2.51% YoY dibandingkan dengan Mei 2024 sebesar 2.84%. Perlambatan penurunan terjadi pada yield obligasi ketika inflasi sudah masuk dalam kategori normal, banyak faktor yang mungkin bisa saja menjadi pertimbangan investor untuk tidak terburu-buru memindahkan instrumen investasinya. Namun, kami melihat hal ini bisa saja akan menjadi pertimbangan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunganya dalam waktu dekat. ...

Read more
Kapitalisasi Pasar Meningkat, IHSG Kembali Menguat

Sel, 02 Juli 2024

Kapitalisasi Pasar Meningkat, IHSG Kembali Menguat

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu ditutup menguat sebesar 2,67% ke level 7.063,57 dari pekan sebelumnya di level 6.879,97. Penguatan IHSG didorong dari meningkatnya kapitalisasi pasar di bursa efek yang tercatat sebesar Rp 12.092 triliun, atau tumbuh 3,19 persen dari penutupan pekan lalu Rp 11.719 triliun. Kemudian rilis data M2/money supply sebesar Rp8.97 triliun pada bulan mei meningkat dari bulan sebelumnya sebesar Rp8.93 triliun, hal ini tentunya mengindikasikan adanya peningkatan likuiditas di perbankan dan adanya inflow di pasar modal Indonesia akibat peruba...

Read more
Surplus Neraca Perdagangan Indonesia, IHSG Membaik

Sen, 24 Juni 2024

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia, IHSG Membaik

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu ditutup menguat sebesar 2,16% ke level 6.879,97 dari pekan sebelumnya di level 6.734,83. Penguatan IHSG didorong Rilis surplus neraca perdagangan pada Mei 2024 dan suku bunga acuan yang bertahan di 6,25 persen. Namun, disisi lain laju indeks sempat tertahan oleh pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap USD.   NEWS Berita dalam Negeri : Neraca Perdagangan Indonesia pada Mei 2024 kembali surplus sebesar US$2,93 miliar atau sekitar Rp47,9 triliun. Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia telah membukukan surplus selama 49 bula...

Read more
Pelemahan Rupiah Akibat Suku Bunga Masih Tinggi

Rab, 19 Juni 2024

Pelemahan Rupiah Akibat Suku Bunga Masih Tinggi

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 2,36% sepekan periode 10 -14 Juni 2024 ke level 6.734,83 hingga Jumat (14/6). Ini adalah level terendah IHSG sejak awal November 2023 atau dalam tujuh bulan terakhir. Seluruh indeks sektoral pun turun dalam sepekan terakhir. Pelemahan IHSG karena spekulasi the Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga di level tinggi lebih lama meski inflasi AS cenderung di bawah konsensus. The Fed akan terus ada selama inflasi belum turun di kisaran 2%. Dampaknya adalah penguatan dolar AS yang menyebabkan pelemahan Rupiah.   News Update Domestik : ...

Read more
Pengendalian Inflasi dalam Negeri VS Penurunan Suku Bunga ECB

Rab, 12 Juni 2024

Pengendalian Inflasi dalam Negeri VS Penurunan Suku Bunga ECB

Dalam sepekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,04% pada pekan awal Juni 2024 atau ditutup pada level 6.897,95. Penurunan itu diikuti dengan menyusutnya kapitalisasi pasar. Tercatat kapitalisasi pasar saham turun 2,85 persen ke Rp 11.488 triliun. Beberapa sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG diantaranya Rilis data inflasi Indonesia Mei 2024, serta rilis ECB yang memangkas tingkat suku bunganya.   News Updates Domestik : Biro Pusat Statistik mencatat deflasi sebesar 0,03% MoM pada Mei 2024 (Sebelumnya: 0,25%, Konsensus: 0,07% MoM). Deflasi pada Mei 2024 ini adalah ...

Read more
IHSG Minus 3.48% Sepekan Lalu ?

Sen, 03 Juni 2024

IHSG Minus 3.48% Sepekan Lalu ?

    Dalam sepekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir 3,48%. IHSG mencapai titik terendahnya di level 6.959,23 sebelum kemudian ditutup dengan pelemahan sebesar 0,90% atau turun 63,41 poin ke angka 6.970,74 pada perdagangan akhir Mei, Jumat (31/5). Tren pelemahan ini disinyalir berasal dari rilis data PDB Amerika Serikat yang di bawah perkiraan, kemudian pasar menanti arah kebijakan suku bunga oleh The Fed. Menyusul adanya depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang turut menekan pasar.   News Update Domestik : 1. Presiden Joko Widod...

Read more
Market Update May 27th 2024

Sen, 27 Mei 2024

Market Update May 27th 2024

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini ditutup melemah 1,29% ke level 7.222,382 dari 7317,238. Meski indeks menunjukkan penurunan, terdapat peningkatan dalam beberapa indikator pasar lainnya. Rata-rata frekuensi transaksi selama sepekan naik sebesar 2,92 persen, dari 1,11 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya menjadi 1,14 juta kali transaksi. Namun, penurunan terjadi pada kapitalisasi pasar saham yang turun sebesar 0,45 persen, menjadi Rp12.363 triliun dibandingkan dengan Rp12.420 triliun pada pekan sebelumnya. Pergerakan IHSG pada pekan lalu dipengaruhi oleh sentimen global maupun...

Read more
Sentimen Global, Penguatan Rupiah Menjadi Penopang IHSG

Sen, 20 Mei 2024

Sentimen Global, Penguatan Rupiah Menjadi Penopang IHSG

  Weekly Update 20 Mei 2024 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,22 persen pada 13-17 Mei 2024 ke posisi 7.317. Penguatan IHSG didorong sektor saham basic materials atau bahan baku dan sektor keuangan selama sepekan. Sentimen global terutama data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan rupiah yang menguat terhadap dolar AS menjadi penopang IHSG.Domestik Update :1. Cadangan devisa Bank Indonesia turun sebesar USD 4,2 miliar menjadi USD 136,2 miliar pada April 2024. Rupiah menghadapi badai pada April 2024, saat ketegangan geopolitik meningkat dan ekspektasi "higher for longer" memicu c...

Read more

 

Check your portfolio here :

logo akses.d5f79e95

Sentimen Global, Penguatan Rupiah Menjadi Penopang IHSG

 

Weekly Update 20 Mei 2024


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,22 persen pada 13-17 Mei 2024 ke posisi 7.317. Penguatan IHSG didorong sektor saham basic materials atau bahan baku dan sektor keuangan selama sepekan. Sentimen global terutama data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan rupiah yang menguat terhadap dolar AS menjadi penopang IHSG.


Domestik Update :

1. Cadangan devisa Bank Indonesia turun sebesar USD 4,2 miliar menjadi USD 136,2 miliar pada April 2024. Rupiah menghadapi badai pada April 2024, saat ketegangan geopolitik meningkat dan ekspektasi "higher for longer" memicu capital outflow. Potensi perlambatan pertumbuhan, kekhawatiran tentang perlambatan konsumsi, dan meredanya permintaan valas telah mengurangi kemungkinan kenaikan BI-Rate lainnya pada Mei 2024


2. Surplus neraca perdagangan Indonesia turun menjadi USD 3,56 miliar pada April 2024, turun dari USD 3,94 miliar setahun sebelumnya, tetapi melebihi ekspektasi pasar sebesar USD 3,30 miliar. Ekspor naik menjadi USD 19,62 miliar (+1,72% YoY), didorong oleh peningkatan pengiriman ke AS (11,45%), India (17,52%), dan negara-negara ASEAN (6,28%). Impor melonjak menjadi USD 16,06 miliar (+4,62% YoY), naik dari penurunan 12,76% pada Maret 2024 tetapi di bawah perkiraan pertumbuhan 8,69%. (Trading Economics).

 

Sentimen Global :

1. Tingkat inflasi tahunan China meningkat menjadi 0,3% pada April 2024, dibandingkan dengan perkiraan pasar dan Inflasi bulan Maret sebesar 0,1%. Ini adalah inflasi bulan ketiga berturut-turut, di tengah pemulihan permintaan domestik meskipun pemulihan ekonomi masih cukup rapuh. Sementara itu, inflasi inti meningkat sebesar 0,7% yoy pada April, dibandingkan dengan kenaikan 0,6% pada Maret.


2. Tingkat inflasi tahunan AS turun menjadi 3,4% pada April 2024 dari 3,5% pada Maret, sejalan dengan perkiraan pasar. Tingkat inflasi untuk makanan tetap stabil di 2,2%, sementara biaya tempat tinggal melambat menjadi 5,5% dari 5,7%. Harga kendaraan terus turun, dengan kendaraan baru turun sebesar 0,4% dan mobil serta truk bekas sebesar 6,9%. Biaya energi naik sedikit menjadi 2,6%, dengan biaya transportasi dan pakaian meningkat masing-masing sebesar 11,2% dan 1,3%. Pertumbuhan CPI bulanan melambat menjadi 0,3%, sementara inflasi inti turun menjadi 3,6%. (Trading Economics)


3. Jerome Powell menyatakan optimisme tentang pertumbuhan ekonomi AS yang berkelanjutan dan penurunan inflasi, meskipun kepercayaannya telah berkurang oleh data terbaru yang menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan pada awal 2024. Powell mengindikasikan bahwa kemungkinan kecil Fed akan menaikkan suku bunga lebih lanjut, meskipun data baru menunjukkan hasil campuran untuk harga produsen. Dia mengharapkan ekonomi tumbuh sekitar 2% tahun ini, didukung oleh pasar tenaga kerja yang kuat dan imigrasi, yang telah meningkatkan penciptaan lapangan kerja dan output ekonomi. (Reuters)

 

 

 

p.s (Disclaimer on)
This article is presented by Investment Team of Phillip Asset Management 

 

Customer Care

     E-mail : marketing-mi@phillip.co.id ||   Telephone : 021-57900910    ||   Fax : 021-57906770

PT Philip Asset Management Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia

logo-reksadana.png