1banner citynew 3banner citynew 2banner citynew
  • 1
  • 2
  • 3

Phillip Rupiah Balanced Fund (PRBF)

Reksa Dana Campuran ini cocok bagi investor yang menginginkan imbal hasil  investasi yang opt...

Read more

Phillip Money Market Fund (PMMF)

Reksa Dana Phillip Money Market Fund adalah Reksa Dana jenis Pasar Uang berbentuk Kontrak Investas...

Read more

Phillip Government Bond (PGB)

Phillip Government Bond adalah Reksadana Pendapatan Tetap berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yan...

Read more

Regular Saving Plan (RSP)

Program Regular Saving Plan memudahkan Anda dalam melakukan transaksi pembelian Reksa Dana Phillip...

Read more

Phillip Money Market Fund Syariah Berman…

  Reksa Dana Syariah Phillip Money Market Fund Syariah Bermanfaat berbentuk kontrak inves...

Read more

Research and Market Updates

Kebijakan Suku Bunga US & Indonesia

Sen, 05 Februari 2024

Kebijakan Suku Bunga US & Indonesia

GLOBALThe Fed kembali menahan suku bunga Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) kembali menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,50% pada awal tahun 2024. The Fed juga mengisyaratkan belum akan memangkas suku bunga acuan pada Maret mendatang. The Fed mengerek suku bunga sebesar 525 bps sejak Maret 2022 hingga Juli tahun ini sebelum menahannya pada September, November, Desember 2023, dan Januari 2024. Pertemuan The Fed selanjutnya akan digelar pada 19-20 Maret 2024. Sebagai catatan, inflasi AS kembali menguat ke 3,4% (year on year/yoy) pada Desember 2023, dari 3,1% (...

Read more
Reksa Dana Pendapatan Tetap, Penopang Pertumbuhan AUM 2023

Kam, 16 Februari 2023

Reksa Dana Pendapatan Tetap, Penopang Pertumbuhan AUM 2023

  Reksa Dana Pendapatan Tetap Menjadi Penopang Pertumbuhan Reksa Dana di Indonesia     Perkembangan jumlah investor Indonesia khususnya instrumen reksa dana naik cukup signifikan dari data Januari 2023 tercatat sebesar 9.773 juta investor naik 1.76% dibandingkan bulan desember 2022 yakni sebesar 9.604 juta investor. Kemudian, kalau kita lihat efek pandemi membuat perubahan besar terhadap jumlah investor yang meningkat pesat untuk periode 2020 ke 2021 yakni 115% atau 6.840 juta (vs..3.175 juta).    Peningkatan jumlah investor mencerminkan inklusi keuangan yang tum...

Read more
Macro and Economies Views

Jum, 10 Februari 2023

Macro and Economies Views

We provide a brief overview of domestic and global economic conditions    Indonesia's GDP growth recorded at 5.01% y-y in 4Q22, (FY22: 5.31% y-y). The slowdown in economic growth was driven by consumption by 4.48% (prev: 5.39% y-y), investment growth by 3.33% y-y (previously: 4.98% y-y). Meanwhile, exports increased by 14.93% y-y (previously: 19.41% y-y) while import growth slowed to 6.25% y-y (previously:25.37% y-y). On the other hand, government consumption fell further by -4.77% y-y (previously: -2.55% y-y). Source : Statistics Indonesia, Ph...

Read more

Sen, 14 Februari 2022

ULASAN PASAR SELAMA BULAN JANUARI 2022

LUAR NEGERI Pasar Global Fluktuatif Menanti Hasil FOMC Meeting Selama Bulan Januari, sejumlah indeks global bergerak fluktuatif menanti hasil FOMC Meeting Bulan Januari 2022 mengenai tingkat suku bunga The Fed. Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve(The Fed) diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya lebih agresif hingga 50 basis poin (bps) atau 0,5% pada pertemuan Maret mendatang. Langkah The Fed ini akan tergantung pada kondisi inflasi beberapa bulan mendatang. Ekonom Goldman Sachs David Mericle dan Jan Hatzius juga memperkirakan The Fed bisa lebih agresif menaikan bunga ac...

Read more

Sel, 11 Januari 2022

ULASAN PASAR SELAMA BULAN DESEMBER 2021

  LUAR NEGERI Percepatan Tappering Off US Dalam keputusan rapat bulan ini yang digelar 14-15 Desember, The Fed akan membeli US$60 miliar obligasi setiap bulan mulai Januari, setengah dari tingkat sebelum taper pada November dan US$30 miliar lebih rendah daripada yang dibeli pada Desember. The Fed melakukan pengurangan sebesar US$15 miliar per bulan pada bulan November, dua kali lipat pada Desember, kemudian akan mempercepat pengurangan lebih lanjut pada 202, akibat dari tekanan inflasi yang terus mengalami peningkatan di negara itu. Proses tapering diperkirakan akan berakhir di Ma...

Read more

Sel, 11 Januari 2022

ULASAN PASAR SELAMA BULAN NOVEMBER 2021

   LUAR NEGERI Inflasi Amerika melonjak 6,2% pada bulan Oktober 2021, tertinggi dalam 30 Tahun terakhir. Amerika Serikat menghadapi lonjakan kenaikan harga barang dan jasa pada bulan Oktober 2021. Inflasi Amerika bulan lalu mencapai 6,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tertinggi dalam 30 tahun terakhir.  Mengutip CNBC, indeks harga konsumen yang terdiri dari sekeranjang produk mulai daribensin, perawatan kesehatan, bahan bakar, makanan, hingga sewa, ini berada di atas perkiraan Dow Jones sebesar 5,9%. Sementara inflasi bulanan ter...

Read more

 

Check your portfolio here :

logo akses.d5f79e95

ULASAN PASAR SELAMA BULAN NOVEMBER 2021

 

 LUAR NEGERI

Inflasi Amerika melonjak 6,2% pada bulan Oktober 2021, tertinggi dalam 30 Tahun terakhir.

Amerika Serikat menghadapi lonjakan kenaikan harga barang dan jasa pada bulan Oktober 2021. Inflasi Amerika bulan lalu mencapai 6,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tertinggi dalam 30 tahun terakhir.  Mengutip CNBC, indeks harga konsumen yang terdiri dari sekeranjang produk mulai daribensin, perawatan kesehatan, bahan bakar, makanan, hingga sewa, ini berada di atas perkiraan Dow Jones sebesar 5,9%. Sementara inflasi bulanan tercatat 0,9%, juga di atas perkiraan sebesar 0,6%. Inflasi inti bulanan naik 0,6% dari perkiraan 0,4%. Sementara inflasi inti secara tahunan mencapai 4,6%, juga lebih tinggi dari ekspektasi 4% dan tertinggi sejak Agustus 1991.

Finansial Makro Sinyal Tapering Off Makin Kencang, Bunga Acuan Bisa Naik Lebih Cepat

Notulen rapat komite pembuat kebijakan The Federal Reserve (The Fed) awal bulan ini menunjukkan sebagian besar anggota The Fed mendukung percepatan tapering off.  Kondisi tersebut bisa mendorong ekspektasi kenaikan bunga acuan yang lebih cepat. Merujuk pada notulen, sejumlah pejabat Bank sentral Amerika Serikat tersebut, tampaknya mulai mencermati tren kenaikan harga-harga yang tengah terjadi. The Fed berencana memulai tapering off berupa pengurangan quantitative easing akhir bulan ini. The Fed akan mengurangi pembelian aset sebesar US$ 15 miliar dari pembelian rutinya sebesar US$ 120 miliar. Pembelian rencananya berakhir pertengahan tahun depan. Kendati demikian, tekanan inflasi mendorong sebagian besar pejabat The Fed mendorong agar pengurangan pembelian ditingkatkan sehingga bisa diakhiri lebih cepat.

DALAM NEGERI

PDB Q3 Indonesia Melemah Namun Tetap Positif

PDB 3Q21 Indonesia tercatat di +3,5%YoY vs +7,1% di 2Q21. Perlambatan itu diperkirakan terjadi saat gelombang kedua Covid-19 melanda negara itu. Di antara komponen PDB, konsumsi rumah tangga mengalami perlambatan terbesar di +1,03% di 3Q21 vs +5,96% di 2Q21. PDB didukung oleh pertumbuhan ekspor bersih yang kuat (26.2% YoY). Dari sisi sektor, pertambangan, pertanian dan kesehatan tumbuh kuat. Realisasi 10M21 Fiskal Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Total pendapatan meningkat 18,2%YoY dan penerimaan pajak meningkat 15,3%YoY. Pertumbuhan penerimaan pajak yang lebih tinggi ditopang oleh pertumbuhan +14.6% di industri manufaktur, +25% di bidang perdagangan, +17.8% di bidang komunikasi dan IT, dan +43.4% di sektor pertambangan. Per 10M21, total realisasi pendapatan telah mencapai 86,6% dari target FY21. Total pengeluaran meningkat 0,8%YoY menjadi Rp 2.058tn dan mencapai 74,9% dari target FY21. Dengan demikian, defisit anggaran 10M21 mencapai -3,29% dari PDB vs -4,67% pada periode yang sama tahun lalu

Surplus Neraca Perdagangan Oktober 2021 Tinggi

Neraca perdagangan Oktober mencatat rekor surplus USD5.7bn (vs USD4.4bn di September). Ekspor melonjak 53% YoY didukung oleh harga komoditas yang tinggi (batubara dan CPO) serta besi dan baja. Ekspor ke China mendominasi kinerja Oktober sementara ekspor ke AS dan Eropa tetap tinggi. Total impor meningkat 51%YoY dengan permintaan barang modal memberikan kontribusi terbesar (kendaraan dan mesin menyumbang 23% dari total pertumbuhan impor). Lonjakan impor barang modal dapat mengindikasikan aktivitas investasi dan manufaktur yang lebih tinggi karena pembatasan mobilitas yang dilonggarkan. Surplus perdagangan YTD naik menjadi USD30.8bn vs USD 16.9bn pada periode yang sama tahun lalu. 3Q21 transaksi berjalan tercatat surplus USD4,5 miliar atau sekitar 1,5% dari PDB. Akibatnya, neraca pembayaran mencatat surplus sebesar USD10,7 miliar di 3Q21 karena perbaikan dalam neraca berjalan dan keuangan.

BI Kembali Menahan Tingkat Suku Bunga

BI mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap pada level 3,5% selama 9 bulan berturut-turut. BI optimis pada pemulihan ekonomi dengan pertumbuhan kredit +3,2% YoY pada 21 Oktober vs level terendah tahun ini -4,1% pada Maret 21. Bank sentral juga optimis untuk kinerja Rupiah tahun depan didukung oleh 1) CAD yang membaik 2) Pemulihan ekonomi yang lebih kuat 3) Spread yang menarik antara SBN dan imbal hasil treasury AS. BI juga mempertahankan target inflasi pada kisaran 3±1%.

All Time High IHSG

IHSG melemah 0,9% sepanjang bulan November 2021. Indeks mencapai level tertinggi sepanjang waktu di 6.754 selama sebulan di tengah serangkaian arus berita positif dari membaiknya data makro hingga kondisi pandemi Covid-19 yang lebih terkendali di Indonesia. Namun, indeks berbalik arah pada akhir bulan karena aksi ambil untung investor serta kekhawatiran pada varian baru Covid-19 dengan banyak mutasi. Sektor dengan kinerja terbaik adalah IDXTrans (+23,3%) dipimpin oleh perusahaan pelayaran yang menikmati lonjakan permintaan seiring pulihnya ekonomi. Kinerja terbaik kedua adalah IDXEnergy yang didukung oleh harga komoditas yang tinggi menjelang musim dingin.

KINERJA REKSA DANA PHILLIP ASSET MANAJEMEN BULAN NOVEMBER 2021

  1. REKSA DANA PHILLIP GOVERNMENT BOND (PGB)

Harga Unit: Rp. 1,306.0283

Total NAB: Rp. 15.71 Miliar

Jumlah Unit : 12.03 Juta Unit

 

YTD

1 M

3 M

6 M

1 Y

3 Y

5 Y

Since Inception

PGB

3.63%

0.31%

0.70%

2.93%

3.46%

24.19%

-

30.60%

Benchmark

4.34%

0.46%

1.05%

3.45%

5.51%

25.99%

-

35.07%

 

  1. REKSA DANA PHILLIP MONEY MARKET FUND (PMMF)

Harga Unit: Rp. 1,578.3637

Total NAB: Rp. 280.35 Miliar

Jumlah Unit : 177.62 Juta Unit

 

YTD

1 M

3 M

6 M

1 Y

3 Y

5 Y

Since Inception

PMMF

2.39%

0.22%

0.64%

1.29%

2.61%

12.60%

23.80%

57.84%

Benchmark

1.80%

0.17%

0.48%

0.97%

1.98%

8.09%

14.49%

46.68%

 

  1. REKSA DANA PHILLIP MONEY MARKET FUND DANA LIKUID (PMMFDL)

Harga Unit: Rp. 1,093.5240

Total NAB: Rp. 2.03 Miliar

Jumlah Unit : 1.86 Juta Unit

 

YTD

1 M

3 M

6 M

1 Y

3 Y

5 Y

Since Inception

PMMFDL

2.59%

0.16%

0.94%

1.49%

2.83%

-

-

9.35%

Benchmark

2.45%

0.23%

0.65%

1.31%

2.69%

-

-

8.45%

 

  1. REKSA DANA PHILLIP MONEY MARKET FUND SYARIAH BERMANFAAT (PMMFSB)

Harga Unit: Rp. 1,020.4576

Total NAB: Rp. 3.05 Miliar

Jumlah Unit : 2.98 Juta Unit

 

YTD

1 M

3 M

6 M

1 Y

3 Y

5 Y

Since Inception

PMMFSB

2.05%

0.16%

0.63%

1.34%

-

-

-

2.05%

Benchmark

2.20%

0.24%

0.69%

1.39%

-

-

-

2.20%

 

  1. REKSA DANA PHILLIP RUPIAH BALANCED FUND (PRBF)

Harga Unit: Rp. 2,427.8288

Total NAB: Rp. 10.53 Miliar

Jumlah Unit : 4.34 Juta Unit

 

YTD

1 M

3 M

6 M

1 Y

3 Y

5 Y

Since Inception

PRBF

-0.39%

-0.83%

3.07%

2.42%

-0.64%

-0.06%

6.77%

142.78%

Benchmark

6.88%

-0.11%

3.45%

6.66%

10.78%

18.90%

37.83%

195.88%

 

  1. ETF PHILLIP MSCI INDONESIA EQUITY INDEX (XPMI)

Harga Unit: Rp. 924.113748

Total NAB: Rp. 10.07 Miliar

Jumlah Unit : 10.9 Juta Unit

 

YTD

1 M

3 M

6 M

1 Y

3 Y

5 Y

Since Inception

XPMI

2.05%

-1.92%

8.74%

7.53%

7.06%

-

-

-7.59%

Benchmark

0.90%

-1.87%

9.02%

7.37%

5.93%

-

-

-10.15%

 

(Penulis: Sigit Budiarta - Desember 2021)

 

Customer Care

     E-mail : marketing-mi@phillip.co.id ||   Telephone : 021-57900910    ||   Fax : 021-57906770

PT Philip Asset Management Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia

logo-reksadana.png