Manfaat dan Resiko Reksa Dana

Manfaat Berinvestasi Reksa Dana

  1. Kemudahan Berinvestasi

Nominal penyertaan awal di reksa dana tidak terlalu besar. Saat ini hanya dengan dana sebesar Rp.100.000,- investor sudah bisa membeli produk reksa dana.

  1. Dikelola Manajemen Profesional

Reksa Dana hanya dapat dikelola oleh Manajer Investasi yang memperoleh Ijin OJK dan pengelolaan portofolio investasinya selalu dimonitor oleh OJK.

  1. Diversifikasi Investasi

Investor yang membeli reksa dana secara tidak langsung sudah berinvestasi di saham atau obligasi melalui portofolio investasi reksa dananya.

  1. Likuiditas Tinggi

Unit Penyertaan Reksa Dana dapat dibeli dan dijual kembali setiap hari bursa. Manajer Investasi yang mengelola reksa dana wajib membeli kembali unit penyertaan reksadana yang dijual kembali oleh investor sesuai dengan harga NAB.

  1. Hasil Investasi Menarik

Hasil investasi di reksa dana lebih tinggi dari deposito dan produk investasi lainnya, tergantung dari jenis reksa dananya.

  1. Sesuai Untuk Berbagai Tujuan Keuangan

Investasi di reksa dana dapat digunakan untuk kebutuhan investasi jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang. Hal itu disesuaikan dengan jenis reksa dananya.

  1. Keamanan Dana Nasabah

Produk reksa dana harus mendapat ijin OJK. Dana investor disimpan pada Bank Kustodian dan dikelola oleh Manajer Investasi. Tiap produk reksa dana wajib memiliki alokasi dana likuid di pasar uang yang dicadangkan untuk membayar kembali pemegang unit penyertaan yang akan menjual kembali unit penyertaan reksa dananya.

  1. Transparansi Informasi

Bank Kustodian wajib melaporkan NAB harian setelah 1 hari transaksi kepada OJK. Laporan perkembangan NAB wajib dilaporkan sebelum jam 10 pagi keesokan harinya dan diumumkan kepada publik melalui media surat kabar.

 

Resiko Investasi

  1. Penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB)

NAB reksa dana berubah setiap harinya sesuai harga pasar dari portofolio investasi yang dimilikinya. Besarnya penurunan NAB tergantung dari jenis reksa dananya, karena setiap jenis reksa dana memiliki perbedaan instrumen investasi dalam pengelolaan portofolionya.

  1. Likuiditas

Jika terjadi penjualan kembali unit penyertaan secara bersamaan dalam jumlah yang besar dan melebihi alokasi dana likuid maka Manajer Investasi perlu menjual beberapa instrumen investasi dalam portofolionya. Jika hal ini terjadi, dana yang dibutuhkan untuk pembayaran penjualan kembali harus menunggu hasil penjualan instrumen investasinya.

  1. Perubahan Ekonomi dan Politik serta Peraturan Perpajakan

Perubahan ekonomi dan politik bisa mempengaruhi kondisi pasar modal yang dapat menimbulkan gejolak perubahan harga pasar dari instrumen investasi yang dimiliki dalam portofolio reksa dana. Saat ini hasil investasi reksa dana bukan merupakan objek pajak.

 

Customer Care

Email            : Marketing-mi@phillip.co.id     Telephone : 021-57900910

Facebook      : phillip.asset.management           Twitter     : PhillipAM_Indo